ARI TRI NOERYANTI,S.SOS

guru sman 1 ngemplak...

Selengkapnya
GenRe Boyolali 2019

GenRe Boyolali 2019

Sabtu, 10 November 2018 di Pendopo Kabupaten Boyolali mulai pagi ramai dikunjungi banyak orang. Hari itu Ibu Puan Maharani hadir beberapa perwakilan dari berbagai unsur diharapkan hadir sebelum jam satu siang. Banyak orang akan bertanya tentang kehadiran Ibu Puan sebagai kader partai politik ataukah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Yang jelas bagi Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja ( PIK R ) merupakan suatu kehormatan karena mendapatkan porsi untuk mensosialisasikan TRIAD KRR yaitu 3 hal yang harus dikampanyekan oleh BKKBN. 3 Hal tersebut adalah : 1. Penundaan usia perkawinan dengan menghindari seks sebelum menikah, 2. Tidak melakukan penyalahgunaan obat – obatan dan narkoba dan 3. Mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Tidak semua sekolah memiliki PIK Remaja, meskipun banyak kasus yang berhubungan dengan seksualitas remaja. Tugas rutin pendidikan, administrasi, kurangnya sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menjadi tantangan dibentuknya PIK R. Meskipun sekolah adalah tempat memperoleh pendidikan moral dan nilai – nilai dan norma namun sensitifitas terhadap hak – hak anak dan hak – hak perempuan di Indonesia masih sangat rendah. Jika siswi mengalami hamil diluar nikah hampir semua pihak hanya menyarankan untuk keluar sekolah/pindah ke sekolah lain yang lebih rendah mutunya, atau drop out. Seolah – olah anak yang harus menanggung akibatnya sendiri.

Pihak sekolah enggan berurusan lebih jauh karena hamil pada saat masih sekolah di anggap aib yang harus ditutupi. Padalah itu mungkin adalah fenomena gunung es dari pergaulan bebas remaja yang seharusnya menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk sekolah untuk mendidik mengelola seksualitas remaja yang sedang bertumbuh. Kewajiban sekolah tidak hanya menstransfer ilmu pengetahuan namun juga keterampilan mengelola hasrat biologis dan agresifitas remaja yang mengalami panca roba.

Kasus pelecehan seksual yang sedang viral di UGM sebenarnya terjadi juga di sekolah. Pelecehan dan kekerasan seksual dari kepala sekolah/guru kepada muridnya, antar murid atau antar guru. Namun rata – rata akan diselesaikan dengan jalan damai atau pelaku guru/kepala sekolah hanya dimutasi, namun ada pula jika korbannya banyak siswa sehingga guru dimeja hijaukan. Rawannya lembaga pendidikan mengalami kejahatan berbasis seksual menunjukan bahwa pendidikan seksualitas dan penyadaran hak anak dan hak perempuan penting dan harus dilakukan.

Penyadaran tentang pentingnya hak – hak anak dan hak – hak perempuan seharusnya dilakukan sejak dini. Agar para siswa mengetahui tindakan antisipatif dan memiliki keterampilan untuk mengelola simpul – simpul yang membelit karena perubahan fisiologi dari anak – anak ke masa remaja. Negara harus peduli dan memiliki cukup mata rantai sampai kebawah untuk secara langsung mengamati perkembangan ini. Jika negara abai maka bisa diprediksikan ancaman masa depan adalah lost generation. Kita, bangsa Indonesia akan kehilangan generasi yang unggul.

Generasi Berencana atau yang disingkat GenRe adalah konsep tentang remaja yang berdaya untuk mengelola seksualitas, melakukan tindakan antisipatif dan peduli terhadap bahaya penyebaran HIV/AIDS. Output PIK R adalah GenRe. Sebuah cita – cita yang ideal. Cita – cita yang membutuhkan monitoring dan pembaharuan supaya tidak kehilangan gairah. Kegaduhan di pendopo Kabupaten Boyolali yang memberikan kesempatan Duta GenRe adalah salah satu upaya untuk menghidupkan semangat pusat konseling remaja yang mulai berguguran.

Mendidik adalah sebuah proses yang panjang karena menyangkut perubahan pola perilaku dari yang tidak faham menjadi faham dari yang tidak sadar menjadi sadar. Mendidik siswa secara seksualitas mampu dan berdaya mengelola seluruh potensi diri memerlukan pendampingan. Oleh sebab itu PIK R mendidik siswa untuk menjadi pendidik sebaya dan konselor sebaya agar mereka mampu saling mendukung dalam kesulitan mengelola seksualitasnya dan mampu merencanakan masa depan demi pembangunan Indonesia seutuhnya.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan BKKBN harus akrab dan intens untuk mengkampanyekan GenRe karena hal ini masih saja dirasa asing oleh banyak pihak. GenRe belum menjadi budaya atau sikap hidup remaja pada umumnya. Hal ini juga menunjukan bahwa seksualitas masih dianggap tabu dikalangan pendidikan. Maraknya pergaulan bebas belum mendapatkan perhatian serius seperti Ujian Nasional atau prosedur pendaftaran siswa baru.

Beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab belum mendapatkan perhatian yang serius dari publik adalah belum ada kebijakan yang satu tentang keberadaan PIK R di sekolah menengah pertama dan atas sebagai titik rawan remaja akil balik. Kurangnya promosi BKKBN dalam menciptakan lomba kreaktif yang berkenaan dengan seksualitas dan remaja. Kalau toh ada lomba intensitasnya sangat jarang dan belum menjangkau semua sekolah. Koordinasi BKKBN dengan Kemdikbud perlu ditingkatkan supaya ada keseragaman dalam tindakan dan pengambilan keputusan.

Penting bagi sekolah selevel SMP dan SMA untuk mempertimbangkan memiliki Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja untuk mendidik, melatih, memberdayakan pengelolaan masa depan yang lebih baik. Support teknik sangat diperlukan bagi para guru dan pihak managemen sekolah agar dapat menyelenggarakan PIK R sesuai dengan ketentuan UU dan prinsip kesehatan dan kedokteran.

Semoga PIK R adalah bentuk tanggungjawab sekolah terhadap maraknya pergaulan bebas dan memenuhi hak anak untuk selalu dilindungi dan dibimbing sampai dapat mengelola secara dewasa seksualitasnya sendiri. Mungkin dengan demikian kehamilan yang tidak diinginkan berkurang dan meningkatkan daya empati, kesadaran gender dan sensitifitas kita terhadap kekerasan seksulitas pada anak – anak. Mari bersama sukses semua, Indonesia maju ditangan kita! Selamatkan Anak Indonesia, Salam GenRe. Generasi sehat, cerdas dan ceria, saatnya yang muda yang berencana, dua anak cukup. Perjuangan kita adalah mendorong lahirnya Generasi Berencana. Jangan sia – siakan perjuangan para pahlawan yang mendahului kita!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali